Senin, 26 Januari 2009

KHASIAT ROYAL JELLY

jOSS.

KHASIAT MADU

Khasiat madu banyak yang mempercayai sebagai obat.

MADU ASLI MADU PALSU

Apabila ada penjual madu yang datang mendekat pada anda, apa yang pertama kali terpikir. Kemungkinan besar adalah madunya asli
Madu yang berupa cairan manis telah mengundang bisnis tidak sehat. Banyak faktor yang menyebabkan produk ini dipalsu. Sehingga banyak orang di Indonesia ketakutan membeli madu karena khawatir palsu. Percuma saja, tidak berkhasiat dan mungkin akan membahayakan kesehatan. Bagaimana membedakan madu asli dan palsu

TROPILAELAPS

Tropilaelaps, jenis tungau yang semula hanya ditemukan pada Apis dorsata ternyata juga telah menginfeksi pada Apis mellifera.

VARROA


Hama lebah madu yang saat ini paling disegani para peternak lebah di seluruh pelosok dunia yaitu Varroa. Tungau kecil warna coklat kemerahan sangat menakutkan dan pernah meledak di Indonesia pada tahun 2003 sehingga koloni lebah Apis mellifera tinggal 30 %.

LEBAH MADU



Lebah madu, berupa serangga kecil dengan fenomena yang sangat luar biasa. Sayapnya yang transparan dengan guratan hiasan indah sangat cantik, dikenal dengan sebutan hymen. Sehingga digolongkan dalam kelompok Hymenoptera.

Lebah madu bisa dikelompokkan dalam dua kelompok besar yaitu lebah madu yang membuat sarang di dalam ruangan dengan sarang yang berlapis-lapis dan lebah madu yang membuat sarang di alam terbuka dengan sarang tunggal.

Lebah madu kelompok pertama terdiri dari lebah Apis mellifera (penyebaran alaminya di Asia Barat hingga Eropa dan Afrika namun sekarang sudah menyebar ke seluruh pelosol dunia), Apis cerana (penyebaran alaminya di Asia dan sudah masuk ke sebagian kawasan austronesia), Apis nuluensis (penyebaran alami sementara diketahui di dataran tinggi/ gunung di Kalimantan), Apis nigrocinta (penyebaran ada di Sulawesi), Apis koschevnikovi (penyebaran di Kalimantan).

Lebah madu kelompok kedua terdiri dari lebah Apis dorsata (lebah hutan, penyebaran di Asia Selatan dan Asia Tenggara), Apis laboriosa (masih menjadi perdebatan para peneliti apakah jenis tersendiri atau bergabung dengan Apis dorsata), Apis florea (penyebaran di Asia Tenggara daratan), Apis andreniformis (mirip dengan Apis florea, banyak ditemukan di semenanjung malaya dan Sumatra).

Lebah di luar kelompok lebah madu masih sangat banyak termasuk engang (tabuhan) yang menjadi hama lebah, klanceng (jw)/ teuweul (sd) sebagai lebah tanpa sengat (stingless bees) yang menghasilkan madu (jenis Trigona, melliponina, mellipona).

Jumat, 23 Januari 2009

APIMONDIA


Apimondia (International Federation of Beekeepers’ Associations)sebagai organisasi para peternak lebah dengan arah nir laba akan menyelenggarakan konggres pada tahun 2009. Semua pihak yang berkenan hadir dipersilakan untuk melakukan aplikasi dalam kehadiran dimaksud dengan memilih event apa yang mau dihadiri (seperti pembawa makalah, lomba foto, pameran). Lokasi penyelenggaraan di Montpellier pada 15 - 20 September 2009.

Momen konggres Apimondia sangat menarik karena semua yang hadir manis-manis maksudnya madunya) dan semua hal tentang perlebahan di seluruh pelosok dunia akan ditampilkan. Hadir pada event tersebut sungguh sangat menyenangkan. Kami pernah hadir pada tahun 2003 di Durban, Afrika Selatan dan ikut lomba foto tentang lebah. Hasilnya kami memenangkan medali perak. Foto-foto tentang sunggau (cabang buatan) dari desa Simpang Rusa dan dan desa Tanjung Rusa Belitung sebanyak 5 (lima) pigura terpampang di antara foto-foto lebah-lebah yang sangat menawan. Ternyata apresiasi para utusan dari seluruh pelosok penjuru dunia angkat topi terhadap khasanah di Indonesia. Pada giliran kita untuk mengapresiasi.

Banyak hal kita bisa belajar dari para peternak lebah di berbagai belahan dunia. Kiblat perlebahan untuk Indonesia biasanya China. China akan hadir dengan segal pernak perniknya. Rusia juga tidak kalah hebohnya. Rata-rata negara dengan kiblat Rusia sangat maju dalam apiterapi. Sedangkan negara-negara Eropa dan Amerika Utara kuat pada penelitian dan pengembangan di kegiatan hulu perlebahan.

Senin, 19 Januari 2009

Calon Ratu


Lebah ratu sebagai kasta yang sangat spesial mempunyai umur yang lebih panjang dari kasta yang lainnya, kasta pekerja dan kasta pejantan. Lebah ratu sejak dari awal diperlakukan secara baik, pembuatan tempat larvanya, waktu penelurannya, dietnya, lama pemberian dietnya, dan perawatan pasca kelahirannya. Luar biasa.

Larva calon ratu sebagaimana pada gambar menunjukkan bahwa sejak awal dia sangat bergelimang dengan diet istimewa yaitu royal jelly atau susu ratu. Bentuk sel lebih besar dari sel calon pekerja dan calon pejantan. Arah menghadap sel juga berbeda yaitu vertikal, sedang sel calon pejantan dan calon pekerja dibangun secara vertikal.

Senin, 12 Januari 2009

Sosok - Denis Anderson



Denis Anderson adalah sosok yang sangat terkenal di dunia perlebahan, terutama dalam dunia yang lebih spesifik yaitu "dunia varroa". Pertemuan pertama kali dengan Denis adalah saat dilakukannya kongres perlebahan Asia (Asian Apiculture Association) di Yogyakarta. Denis sangat senang sudah melakukan pendakian ke Gunung Merapi dan kemudian berkesempatan untuk berkunjung ke Pusat Perlebahan Nasional (Pusbahnas). Kesan pertama biasa saja, tapi ketika tahun berganti tahun kami dibuatnya kagum pada sosok pria brewokan yang tetap tampak muda pada usia yang sudah tidak dapat dibilang muda. Ketika kami konfirmasi apa rahasia dibalik itu adalah kesabaran dan ketelatenan membangun tangga. Ketika mulai dengan binatang kecil tak nampak bernama Varoa, kami sudah memandang sebelah mata. Kalau itu sih biasa, kami juga bisa. Dia jalan terus dengan logika berpikir yang terus dibangun, sehingga akhirnya dia menemukan jenis baru hama lebah madu yang semula semua orang didunia mengatakan menjadi Varroa jacobsoni menjadi Varroa destructor.

Mekanisme hidup tungau (mite) berwarna coklat ini akhirnya diketemukan rahasianya sehingga mengapa terjadi ledakan hama Varroa yang menyebabkan mati surinya perlebahan Apis mellifera di Indonesia. Dan hal tersebut diketahui bahwa datangnya dari strain Korea dan telah menyebar ke seluruh dunia (dengan beberapa pengecuallian). Kalau Varroa yang asli Indonesia hanya bisa berkembang biak pada lebah lokal tetapi tidak bisa pada lebah mellifera.

Sampai sekarang hubungan kami sangat baik, dan Denis lebih Indonesia dari orang Indonesia.

Kamis, 08 Januari 2009

Propolis



Propolis merupakan bagian dari sebuah mekanisme pertahanan hidup lebah madu. Propolis mempunyai nama lain lem lebah (bee glue), hal ini karena bentuknya seperti lem yang digunakan oleh lebah merekat / memperkuat sarang dan merekat pintu-pintu lubang angin yang tidak diperlukan pada rumah lebah. Hal ini diperlukan oleh lebah karena lebah memerlukan tinggal di dalam sarang dengan suhu yang stabil lebih kurang 32-33 derajat selsius. Fungsi propolis yang sangat vital terhadap koloni lebah adalah merupakan disinfektan alamiah untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit. Dari hasil penelitian bahwa kandungan utama flavonoid mempunyai fungsi yang sangat baik bagi kesehatan manusia. Oleh karenanya sangat banyak sekarang produk suplemen dengan menggunakan propolis.

Selasa, 06 Januari 2009

Royal Jelly



Royal jelly
merupakan salah satu produk perlebahan yang sangat prestis dan mewah, karena produknya yang sangat terbatas. Jumlah terbatas ini terkait bahwa jenis lebah yang bisa menghasilkan royal jelly secara komersial adalah lebah Apis mellifera dan dengan manajemen yang sangat khusus. Tidak semua orang yang memelihara lebah mellifra dapat memproduksi royal jelly dan tidak semua koloni yang ada bisa diproduksi roya jellynya.

Royal jelly pada dasarnya merupakan makanan bagi larva muda calon lebah pekerja (kurang dari 3 hari) dan larva calon ratu. Royal jelly yang diproduksi secara komersial adalah makanan yang diberikan kepada larva calon ratu. Sehingga untuk bisa memproduksi royal jelly harus paham benar siklus biologi lebah terutama lebah ratu.

Royal jelly diproduksi dengan menyiapkan mangkok ratu (queen cell) buatan yang bisa dibuat dari lilin lebah atau berupa bahan buatan dari plastik atau mika. Pada satu koloni biasanya bisa disiapkan 60 sel calon ratu yang disusun secara pada satu sisiran khusus dan diatur secara khusus.

Royal jelly akan dapat diproduksi jika lebah perawat (lebah pekerja dengan usia kurang dari 20 hari) dalam satu koloni cukup banyak dan larva-larva muda serta pupa cukup tersedia. Atau juga dengan kata lain bahwa pakan lebah juga harus cukup melimpah terutama polen. Kekurangan sumber nektar bisa digantikan dengan stimulasi gula.

Larva lebah pekerja usia lebih kurang 12 jam segera dipindahkan dari sel pekerja dengan alat khusus ke dalam sel ratu. Seorang pekerja yang terampil bisa menyelesaikan
pekerjaan ini dengan cepat. Bagi pemula maka memindahkan satu larva ini akan memakan waktu 10 menit dan bisa jadi larvanya luka sehingga dibuang oleh lebah pekerja. Pekerja yang terampil bisa hitungannya detik.

Pada hari ke tiga, sel-sel ratu sudah terbentuk dan royal jelly sudah bisa untuk dipanen. Pengunduran waktu panen akan mengurangi jumlah royal jelly karena larva ratu sudah semakin besar sehingga konsumsinya sudah semakin banyak.

Hal yang sangat signifikan dari hasil konsumsi royal jelly yang terus menerus oleh ratu lebah adalah waktu hidup lebah ratu yang lebih lama dari lebah pekerja dan lebah pejantan. Lebah ratu bisa hidup produktif selama lebih dari 1 tahun. Sedangkan lebah pekerja diperkirakan hanya berusia 6 minggu.

Konsumsi royal jelly oleh manusia salah satunya dihubungkan dengan adanya rejuvenasi sel-sel dalam tubuh sehingga menjadi lebih terawat dan awet. Bila anda ingin mengkonsumsi royal jelly kami bisa membantunya, bisa yang hasil panenan atau mau memanen sendiri langsung di lapangan. Cobalah. Sangat luar biasa.

Madu



Madu merupakan produk utama dari lebah madu. Madu bagi lebah madu merupakan makanan cadangan yang ditimbun atau disimpan dalam sel-sel sarang lebah. Sehingga pada suatu ketika pada saat makanan (nektar) sudah tidak tersedia lagi di lapangan, oleh lebah madu, madu yang sudah di dalam sel dibongkar lagi untuk dikonsumsi.

Madu secara umum dapat diartikan cairan manis yang dihasilkan oleh lebah madu dimana prosesnya dimulai dari lebah mengumpulkan nektar (embun madu, ekstrafloral) dalam perutnya (lambung madu/honey stomach) dengan terjadi proses fisiologis dalam tubuh lebah (sebagian dijadikan energi dan sebagian dibawa pulang ke sarang lebah) dimana kandungan enzim dari tubuh lebah masuk dalam bahan calon madu (enzim menjadi salah satu atribut madu asli dan dimasukkan dalam parameter standar), kemudian dari perut lebah dikeluarkan lewat mulut dan diterima oleh lebah pekerja lain di dalam sarang (dengan mulut dimasukkan dalam perut) untuk disimpan dalam sel-sel sarang lebah dan kemudian kandungan air diuapkan sehingga madu dinyatakan masak dan ditutup dengan lilin.

Madu dengan kadar air yang semakin rendah semakin dapat tahan lama penyimpanannya. Oleh karenanya standar kualitas madu yang paling pertama dimasukkan adalah kadar air madu. Pada standar internasional kadar air yang disyaratkan adalah 18 %, sedangkan di Indonesia 21 %. Kadar air yang tinggi menyebabkan madu mudah terfermentasi dan merusak komposisi nutrisi madu. Meskipun telah mengalami fermentasi, madu masih bisa dikonsumsi, hanya saja rasanya sudah berubah agak asam dan bau menyengat. Sedangkan bau yang masih belum terfermentasi adalah harum sesuai aroma bunga dimana lebah mengambil nektarnya.

Madu dari lebah hutan seringkali kadar airnya cukup tinggi. Pengamatan kami di lapangan menunjukkan bahwa kadar airnya bisa mencapai 30 %. Hal tersebut dapat dimaklumi karena, (pertama) koloni lebah hutan tidak bisa dikelola dengan teknis intensif sehingga pengumpul madu akan segera memanen ketika ketemu sarang dalam perburuannya, (kedua) sarang lebah hutan hanya satu lembar dengan sel yang relatif besar dan pada posisi terbuka bebas atau tidak terlindungi sehingga karena sifat higroskopis madu maka madu lebih memungkinkan terekspos kelembaban maupun hujan, (ketiga) bahwa rentang pembungaan tanaman di kawasan hutan basanya relatif pendek yaitu seminggu hingga, sehingga biasanya pengumpul madu akan segera memanen madu dan kalau tidak maka madu akan diambil lagi oleh lebahnya.

Madu dari lebah Apis cerana dan Apis mellifera masih bisa dikendalikan secara teknis budi daya yaitu dengan melakukan kelola koloni sehingga madu benar-benar siap dipanen, yaitu diperkirakan 10 – 14 hari sejak musim bungan atau dengan penutupan sarang berisi madu di atas 60 %.

Madu memang sangat fenomenal, karena memberikan banyak kemanfaatan bagi manusia (sumber energi sumber nutrisi bagi yang sangat baik) dan bagi siapapun yang menkonsumsinya, bahkan dalam Al-Qur’an dinyatakan sebagai obat bagi manusia yang secara harfiah menyembuhkan tetapi juga mempunyai peran merawat.

Madu asli juga menjadi fenomenal karena untuk masyarakat Indonesia, madu selalu mempunyai stigma palsu. Pembelajaran yang sangat lama dari sifat bisnis madu yang banyak dipalsukan membuat memori massa yang tidak menguntungkan dan sampai dengan saat ini hal tersebut masih banyak terjadi praktek pencampuran madu asli dengan bahan-bahan lain dengan alasan untuk mendapatkan keuntungan.

Apabila anda masih ragu pada saat ingin mengkonsumsi madu, maka yakinkan diri anda bersama kami untuk memilih madu yang asli.

Minggu, 04 Januari 2009

Lebah Madu Apis mellifera



Lebah madu Apis mellifera atau yang dikenal dengan lebah Eropa atau kalau di Indonesia dikenal dengan lebah unggul. Lebah ini tergolong jinak (maksudnya tidak mudah menyerang/menyengat) dan mudah pemeliharaannya, yang paling penting adalah menguasai manajemen koloni.

Lebah madu melifera ini pertama kali hadir di Indonesia diketahui berasal dari Australia ke Apiari Pramuka pada awal dasawarsa tahun 1970an. Akan tetapi ada yang mengatakan juga sebelumnya ada beberapa orang mencoba beternak di Jawa Tengah dengan membawa dari daratan China. Terlepas dari itu semua yang perlu dicatat adalah peran para pendahulu yang sangat peduli dalam pengembangan jenis lebah ini di Indonesia adalah Apiari Pramuka, Departemen kehutanan, dan BPPT.

Lebah madu mellifera pada saat ini sangat mudah ditemukan di Jawa Tengah (Pati, Jepara, Batang, Boyolali, Semarang, Temanggung), di Jawa Timur (Malang, Pasuruan, Probolinggo, Banyuwangi, Kediri), di Jawa Barat (Sukabumi), di Djogdjakarta, di Papua (Wamena).
Madu yang dihasilkan dari jenis lebah ini sebenarnya bisa mencapai 60 kg/koloni/th, dengan catatan bahwa tanaman pakan lebah memadai dan manajemen koloninya dilakukan secara benar. Madu yang cukup dikenal yang dihasilkan dari lebah mellifera adalah madu randu, madu durian, madu karet, madu lengkeng, madu kaliandra, madu rambutan.
Produk perlebahan lainnya yang bisa dihasilkan lebah mellifera adalah polen, propolis, royal jelly, lilin lebah.

Beternak lebah Apis mellifera sungguh sangat menarik, karena kita akan selalu bergerak berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya mengejar musim pembungaan tanaman pakan lebah. Siapa berminat untuk berwisata lebah boleh juga tuh menghubungi kami, atau kalau berminat juga bisa belajar memelihara lebah jenis unggul eropa.

Lebah Madu Apis dorsata




Lebah Madu Apis dorsata atau yang dikenal dengan lebah hutan dalam bahasa Inggris dinamakan Giant Honeybee. Lebah jenis ini memang sangat besar tubuhnya jika dibandingkan dengan lebah madu lainnya, dan bahkan tercatat paling besar, meskipun gelar yang disandang ini diberikan kepada Apis dorsata laboriosa yang berada di wilayah pegunungan himalaya. Jenis yang ada di Indonesia adalah Apis dorsata binghami (Sulawesi) dan Apis dorsata dorsata (Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara.

Lebah Madu Apis dorsata hidup pada pohon-pohon yang tinggi dengan catatan ketersediaan pakan lebahnya juga sangat memadai. Penamaan lebah hutan, karena lebah jenis ini sangat tergantung pada keberadaan tanaman hutan, meskipun di beberapa tempat yang banyak tanaman perkebunannya juga dijumpai lebah hutan ini, seperti pada lokasi tanaman karet, tanaman kopi, tanaman randu.

Lebah madu hutan menghasilkan madu dalam jumlah yang bisa jadi sangat banyak pada tiap sarangnya (sampai dengan 100 liter). Para pemburu madu sangat menyenangi keberadaan lebah hutan ini, meskipun untuk mendapatkannya juga taruhannya tidak sedikit.
Potensi lebah hutan di Indonesia yang sangat "amazing" berada di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Seringkali kita menjumpai produk lebah hutan ini di pasaran. Tempat-tempat yang sangat terkenal yaitu madu hutan Sumbawa, madu hutan Bangka/Belitung, Madu Hutan Kolaka, Madu Hutan Lampung, Madu Hutan Kalimantan dll.
Madu lebah hutan biasanya mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga seringkali mudah terjadi fermentasi, sehingga menimbulkan gas CO2 yang terbentuk dari proses fermentasi dan terjadi letusan tutup wadah madu.

Madu lebah hutan sangat berpotensi dalam membantu ketahanan pangan nasional, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan perekonomian rakyat.

Proyek pengembangan bisnis madu lebah hutan sangat menjanjikan terutama oleh pemerintah daerah, perusahaan-perusahaan yang mempunyai akses ke hutan seperti HPH, tambang dll. Jika anda orang yang berkompeten pada pengembangan di daerahnya, maka kenapa tidak berkejasama dengan kami.

Lebah madu Apis cerana



Lebah madu Apis cerana atau seringkali dikenal dengan lebah lokal atau dalam bahasa Inggris dinamakan oriental honeybees. Lebah ini dalam Bahasa Jawa dinamakan tawon madu atau dalam Bahasa Sunda nyiruan. Jenis lebah ini sangat dikenal oleh masyarakat luas karena seringnya ditemukan di bunga-bunga sekitar rumah kita atau tidak jarang bersarang di atap rumah kita.

Lebah madu Apis cerana biasanya dapat menghasilkan madu lebih kurang 10 Kg per koloni per tahun. Tetapi hal tersebut sangat tergantung pada pakan lebah yang ada, maksudnya jika pakan lebah tidak memadai maka tidak akan menghasilkan madu yang bisa dipanen karena sudah habis dikonsumsi oleh lebah sendiri. Hanya saja jenis lebah ini tidak menghasilkan royal jelly dan propolis yang bisa dimanfaatkan secara komersial. Potensi yang sangat dimungkinkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat adalah larva lebah sebagai makananan (sup/asem-asem larva lebah). Polennya bisa diproduksi, terutama pada daerah yang banyak sumber polennya seperti yang tanaman kelapa, tanaman jagung dll.

Madu yang sangat dikenal dari hasil lebah madu Apis cerana di wilayah pulau Jawa adalah dari bunga kaliandra merah (Calliandra callothyrsus). Warna madunya kuning kehijauan. Akan tetapi di beberapa tempat juga bisa kuning kecoklatan. Madu dari tanaman Accacia mangium warnanya coklat gelap seperti juga pada madu kelapa terutama yang ada sadapan niranya (juga pada Aren dan Siwalan).

Madu dari lebah Apis cerana sangat khas rasanya, dan apabila anda sudah sekali dua kali merasakannya maka akan jatuh cinta dan tidak mau berpisah. Hanya sayang memang pada saat ini jumlah madunya sangat terbatas.

Belajar beternak lebah madu Apis cerana sangat mudah, hanya dia mudah minggat jika pakannya kurang dan agak defensif (kesannya galak, karena akan mudah menyengat).
Kalau mau belajar beternak lebah ini, kenapa tidak bergabung bersama kami.

Daftar Blog Saya

Mitra Smartbee