Selasa, 06 Januari 2009

Madu



Madu merupakan produk utama dari lebah madu. Madu bagi lebah madu merupakan makanan cadangan yang ditimbun atau disimpan dalam sel-sel sarang lebah. Sehingga pada suatu ketika pada saat makanan (nektar) sudah tidak tersedia lagi di lapangan, oleh lebah madu, madu yang sudah di dalam sel dibongkar lagi untuk dikonsumsi.

Madu secara umum dapat diartikan cairan manis yang dihasilkan oleh lebah madu dimana prosesnya dimulai dari lebah mengumpulkan nektar (embun madu, ekstrafloral) dalam perutnya (lambung madu/honey stomach) dengan terjadi proses fisiologis dalam tubuh lebah (sebagian dijadikan energi dan sebagian dibawa pulang ke sarang lebah) dimana kandungan enzim dari tubuh lebah masuk dalam bahan calon madu (enzim menjadi salah satu atribut madu asli dan dimasukkan dalam parameter standar), kemudian dari perut lebah dikeluarkan lewat mulut dan diterima oleh lebah pekerja lain di dalam sarang (dengan mulut dimasukkan dalam perut) untuk disimpan dalam sel-sel sarang lebah dan kemudian kandungan air diuapkan sehingga madu dinyatakan masak dan ditutup dengan lilin.

Madu dengan kadar air yang semakin rendah semakin dapat tahan lama penyimpanannya. Oleh karenanya standar kualitas madu yang paling pertama dimasukkan adalah kadar air madu. Pada standar internasional kadar air yang disyaratkan adalah 18 %, sedangkan di Indonesia 21 %. Kadar air yang tinggi menyebabkan madu mudah terfermentasi dan merusak komposisi nutrisi madu. Meskipun telah mengalami fermentasi, madu masih bisa dikonsumsi, hanya saja rasanya sudah berubah agak asam dan bau menyengat. Sedangkan bau yang masih belum terfermentasi adalah harum sesuai aroma bunga dimana lebah mengambil nektarnya.

Madu dari lebah hutan seringkali kadar airnya cukup tinggi. Pengamatan kami di lapangan menunjukkan bahwa kadar airnya bisa mencapai 30 %. Hal tersebut dapat dimaklumi karena, (pertama) koloni lebah hutan tidak bisa dikelola dengan teknis intensif sehingga pengumpul madu akan segera memanen ketika ketemu sarang dalam perburuannya, (kedua) sarang lebah hutan hanya satu lembar dengan sel yang relatif besar dan pada posisi terbuka bebas atau tidak terlindungi sehingga karena sifat higroskopis madu maka madu lebih memungkinkan terekspos kelembaban maupun hujan, (ketiga) bahwa rentang pembungaan tanaman di kawasan hutan basanya relatif pendek yaitu seminggu hingga, sehingga biasanya pengumpul madu akan segera memanen madu dan kalau tidak maka madu akan diambil lagi oleh lebahnya.

Madu dari lebah Apis cerana dan Apis mellifera masih bisa dikendalikan secara teknis budi daya yaitu dengan melakukan kelola koloni sehingga madu benar-benar siap dipanen, yaitu diperkirakan 10 – 14 hari sejak musim bungan atau dengan penutupan sarang berisi madu di atas 60 %.

Madu memang sangat fenomenal, karena memberikan banyak kemanfaatan bagi manusia (sumber energi sumber nutrisi bagi yang sangat baik) dan bagi siapapun yang menkonsumsinya, bahkan dalam Al-Qur’an dinyatakan sebagai obat bagi manusia yang secara harfiah menyembuhkan tetapi juga mempunyai peran merawat.

Madu asli juga menjadi fenomenal karena untuk masyarakat Indonesia, madu selalu mempunyai stigma palsu. Pembelajaran yang sangat lama dari sifat bisnis madu yang banyak dipalsukan membuat memori massa yang tidak menguntungkan dan sampai dengan saat ini hal tersebut masih banyak terjadi praktek pencampuran madu asli dengan bahan-bahan lain dengan alasan untuk mendapatkan keuntungan.

Apabila anda masih ragu pada saat ingin mengkonsumsi madu, maka yakinkan diri anda bersama kami untuk memilih madu yang asli.

Tidak ada komentar:

Daftar Blog Saya

Mitra Smartbee